Review : Road To Perdition

Road To Perdition merupakan hasil adaptasi dari graphic novel dengan judul yang sama karya Max Allan Collins. Disutradarai oleh Sam Mendes yang telah sukses menggarap American Beauty pada tahun 1999. Berkisah tetang Michael Sullivan Sr. (Tom Hanks) merupakan seorang pembunuh yang bekerja pada John Rooney (Paul Newman). Ia menganggap Rooney sebagai ayahnya. Ia memliki dua orang anak, Michael Sullivan Jr. (Tyler Hoechlin) dan Peter Sullivan (Liam Aiken). Suatu ketika Michael Sullivan Sr. bersama Connor Rooney (Daniel Craig) diperintahkan oleh John Rooney untuk menemui Finn McGovern (Ciaran Hinds) dan berbicara padanya. Akan tetapi, Connor malah menembak mati Finn dan Michael terkejut. Kemudian mereka menyadari bahwa ada seseorang yang menyaksikan kejadian tersebut lalu mereka berusaha mengejarnya. Ternyata orang tersebut adalah Michael Sullivan Jr. .

Who's this?
It's one of yours?
He must have been hiding in the car.
Well, can he keep a secret?
He's my son

Lalu suatu hal yang tak diinginkan terjadi, seluruh anggota keluarga Sullivan dibunuh dan yang tersisa hanyalah Sullivan Sr. dan Sullivan Jr. . Hidup mereka dalam bahaya kemudian mereka memutuskan untuk pergi dari tempat tinggalnya menuju Perdition.

Saya bukanlah penggemar berat Tom Hanks. Tapi saya suka setiap film yang pernah ia mainkan, entah mengapa selalu berkualitas baik secara akting-nya ataupun cerita film itu sendiri. Dan ketika saya mengetahui Tom Hanks bermain dalam film ini, saya yakin akan suatu jaminan mutu dari film ini. Road To Perdition tidak memiliki alur cerita yang cepat namun agak sedikit lambat. Bersetting tahun 1931 pada jaman Great Depression, film ini terlihat seperti film Public Enemies. Tak seperti Public Enemies, yang ceritanya membosankan dan cukup membuat saya ngantuk. Road To Perdition memiliki cerita yang tidak bertele-tele dan sangat menarik. Dengan jajaran aktor kelas atas, seperti Tom Hanks, Daniel Craig, Jude Law dan Paul Newman tentunya menambah kekuatan film dengan akting jempolan dari para pemainnya.
Secara keseluruhan, Sam Mendes berhasil membangun cerita dengan baik dan tertata rapi dari awal hingga akhir film.

When people ask me if Michael Sullivan was a good man
Or if there was just no good in him at all.
I always give the same answer
I just tell them :
He was my father

2 comments:

Anonymous said...

1 lg bro kelebihan film ini, cinematographynya mantap

aldian said...

review filmnya bagus :) yang mau baca review film terbaru, bisa langsung ke http://www.gostrim.com selamat membaca :)