Shrek Forever After

Sebelumnya saya mohon maaf, sudah lebih dari seminggu belum sempat nulis review karena sabtu kemarin saya mengikuti Ujian Masuk Bersama.
So, mari kita mulai reviewnya.

Shrek Forever After merupakan seri keempat sekaligus menjadi akhir dari kisah kehidupan raksasa hijau, Shrek. Cerita dan komedi yang ringan dan segar menjadi kunci kesuksesan serial Shrek sehingga banyak disukai penonton. Pada seri keempat ini, bercerita tentang Shrek yang kesal karena ia tidak merasa seperti Ogre sesungguhnya. Para penduduk sudah tidak takut dan begitu mengintimidasi kehidupannya. Sampai suatu ketika Shrek bertemu dengan Rumpelstiltskin yang menawarkan sebuah kesepakatan. Shrek yang jenuh dengan hidupnya dan meminta agar ia ingin menjadi Ogre sesungguhnya yang ditakuti penduduk selama satu hari. Sebagai gantinya, Shrek harus menyerahkan sebagian dari masa lalunya. Lalu Shrek pun menanda tangani kesepakatan tersebut. Saat telah menjadi Ogre yang ditakuti, awalnya Shrek sangat menikmati keadaan itu tapi kemudian ia sadar bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan kesepakatan tersebut. Apakah itu? Cari tahu sendiri.

Mendapat spot yang kurang bagus membuat saya kesal karena takut, saya tidak bisa menikmati film ini dengan baik. Namun ternyata hal tersebut tidak berpengaruh karena film ini berhasil menghipnotis saya. Shrek kali ini banyak menyuguhkan lawakan-lawakan ringan yang mampu membuat seisi bioskop tertawa terpingkal-pingkal. Kita dibuat seolah-olah berada dalam perahu di tengah ombak. Kita diajak tertawa dengan humor-humor yang disajikan, lalu digiring ke dalam suasana yang romantis antara Shrek dan Fiona. Kemudian menuju pada adegan sedih, dan saya rasa semuanya itu sangat mengena. Satu kata yang saya rasa dapat menyimpulkan film ini adalah "wow". Shrek kali ini merupakan seri terlucu dan terbaik dari ketiga seri sebelumnya. Dan satu hal lagi, anda tidak akan bisa menahan tawa sepanjang film ini.
Jangan lewatkan film ini atau anda menyesal !!

4 comments:

budi cahyono said...

Wah iya tah ??? duh maaf bila gue terlalu sinis kepada film ini akibat sangat kecewa dengan seri ketiganya, mungkin film ini mengikuti pola How To Train yang sukses tempo hari kali yah ??

Thyo Aditya said...

saya jga sangat kcewa sama seri yg ketiga,humornya ga dpet dan ceritanya jga gtu..hehe
aduh,,saya blum nonton How To Train Your Dragon..hehe
tapi seri shrek yg keempat ini lebih bagus dari ketiga seri sblumnya,menurut saya..haha

Ranggita Pramudita said...

setujuuuuu! gue selalu suka Shrek (terutama yang pertama) hehe. well, dengan Shrek Forever After ini, gue puas aja bisa liat lagi tingkah Shrek, Donkey dll yang pasti udah orang2 kenal. btw, tukeran link ya? :)

Thyo Aditya said...

@ranggita: haha penggemar shrek jga ya..haha
karakter donkey di film ini nonjol banget dengan banyolan2nya..haha
boleh,akan saya pasang link kmu..hehe